PERATURAN MENDIRIKAN BANGUNAN DI KOTA BOGOR

Sesuai ketentuan Pasal 10 ayat (1) Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 7 Tahun 2006 tentang Bangunan Gedung, setiap orang pribadi atau badan yang akan mendirikan bangunan wajib memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Izin Mendirikan Bangunan gedung yang selanjutnya disebut IMB adalah izin yang diberikan oleh Pemerintah Daerah kepada orang pribadi atau badan untuk membangun dalam rangka pemanfaatan ruang sesuai pemanfaatan ruang dan sesuai peruntukannya.

Permohonan IMB diajukan kepada Walikota melalui SKPD dengan cara mengisi formulir yang telah disediakan dan dilengkapi persyaratan yang telah ditentukan. Persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut :

  1. Fotokopi kartu tanda penduduk pemohon, dan bagi badan hukum dilengkapi dengan identitas badan hukum berupa akte pendirian badan hukum,
  2. Surat kuasa dan fotocopi kartu tanda penduduk yang diberi kuasa dalam hal permohonan bukan dilakukan oleh pemohon sendiri,
  3. Fotokopi sertifikat hak atas tanah atau bukti perolehan tanah,
  4. Fotokopi tanda pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun terakhir,
  5. Surat pemberitahuan tidak keberatan dari tetangga untuk bangunan bertingkat,
  6. Gambar rencana arsitektur (denah tampak dan potongan),
  7. Perhitungan dan gambar rencana konstruksi serta laporan hasil penyelidikan tanah untuk jenis bangunan yang memerlukan penelitian tersebut,
  8. IMB dan gambar bangunan gedung terdahulu bila bermaksud memperluas bangunan gedung,
  9. Surat pernyataan kesanggupan mematuhi persyaratan teknis bangunan sesuai dengan pedoman teknis bangunan gedung yang dibuat,
  10. Keterangan mengenai Pemanfaatan Ruang,
  11. Daftar luas tanah dan bangunan, khusus untuk permohonan perumahan,
  12. Gambar Site Plan,
  13. Luas bangunan komersil sampai dengan 5.000m² (lima ribu meter persegi) diwajibkan menyediakan pohon kenari/mahoni paling sedikit 5 buah dengan tinggi minimal 2m. Luas bangunan komersil diatas 5.000m² (lima ribu meter persegi) diwajibkan menyediakan pohon kenari/mahoni paling sedikit 10 buah dengan tinggi minimal 2m,
  14. Luas billboard mulai 6.m² (enam meter persegi) keatas diwajibkan memelihara taman di lahan yang dipergunakan billboard tersebut.

Untuk pembangunan perumahan (horizontal) diwajibkan menyediakan prasarana, sarana, dan utilitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7, Pasal 8, dan Pasal 9 dengan luasan KDB yang dipersyaratkan sebagai berikut:

  • perumahan dengan kepadatan sedang besarnya KDB yang ditetapkan adalah maksimal 60% (enam puluh perseratus) dari luas lahan sesuai rencana tapak yang telah disahkan,
  • perumahan dengan kepadatan tinggi besarnya KDB yang ditetapkan adalah 50% (lima puluh perseratus) dari luas lahan sesuai rencana tapak yang telah disahkan

Untuk pembangunan perumahan (vertikal) diwajibkan menyediakan lahan parkir, taman, RTH, sarana kesehatan, sarana peribadatan, utilitas umum, dan PJU dengan luasan KDB yang dipersyaratkan adalah:

  • rumah susun/apartemen dengan ketinggian 3 (tiga) sampai dengan 5 (lima) lantai, besarnya KDB yang dipersyaratkan adalah 40% (empat puluh perseratus) dari luas lahan sesuai pertelaan dan rencana tapak yang telah disahkan,
  • rumah susun/apartemen dengan ketinggian 6 (enam) lantai ke atas, besarnya KDB yang dipersyaratkan adalah 30% (tiga puluh perseratus) dari luas lahan sesuai pertelaan dan rencana tapak yang telah disahkan. Untuk pembangunan ruko/rukan diwajibkan menyediakan lahan parkir, taman, utilitas umum, RTH, dan PJU, luasan KDB yang dipersyaratkan adalah 50 % (lima puluh perseratus) dari luas lahan sesuai rencana tapak yang telah disahkan,

Untuk pembangunan fasilitas komersial perdagangan dapat menyediakan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), lahan parkir, taman, RTH, PJU, dan utilitas umum dengan luasan KDB yang dipersyaratkan adalah 30 % (tiga puluh perseratus) sampai dengan 50 % (lima puluh perseratus) dari luas lahan sesuai rencana tapak yang telah disahkan.

Koefisien Dasar Hijau (KDH) sebagaimana dimaksud pada ayat (2), meliputi :

  1. Koefisien Dasar Hijau (KDH) rendah yaitu dibawah 20%
  2. Koefisien Dasar Hijau (KDH) sedang yaitu 20% – 40%
  3. Koefisien Dasar Hijau (KDH) tinggi yaitu di atas 40%

SUMBER :

http://siskum.kotabogor.go.id/index.php/peraturan-daerah/finish/15-perwali-2007/77-perwali-no4-tahun-2007

http://bphn.go.id/data/documents/09pdkotabogor013.pdf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s