KONSERVASI ARSITEKTUR DI ASIA TENGGARA (KAWASAN KONSERVASI BAGAN, MYANMAR)

1

BAGAN kota seribu kuil yang berada di Myanmar merupakan salah satu situs arkeologi terkaya di Asia Tenggara. Myanmar yang terkenal akan sebutan negeri seribu candi, demikian sebutannya karena adanya ribuan candi yang berada di negara yang dulunya dikenal dengan sebutan negara Burma. Bagan sebuah kota kuno yang berada di wilayah Mandalay Burma (Myanmar) dihiasi dengan pemandangan ribuan candi – candi tua dengan berbagai ukuran, ribuan pagoda kuno, stupa, kuil, aula pentahbisan dan monumen. Kuil Bagan adalah salah satu situs arkeologi terkaya di Asia Tenggara. Berbeda dengan candi – candi lainnya di kawasan Asia, kota seribu kuil ini memiliki 2 ciri khas warna, yaitu warna putih dan warna merah bata. Candi di Bagan berukuran cukup besar karena digunakan sebagai tempat pemujaan dan mempresentasikan Gunung Meru, salah satu simbol Dewa dan dibangun sebagai tempat ibadah dan belajar bagi para pengikut ajaran Budha dari kawasan Asia, termasuk India, selama kurang lebih 5 abad sejak awal didirikan. Destinasi wisata di Kota Bagan yang menarik minat wisatawan antara lain adalah Htilominlo, Shwedagon Pagoda, Mandalay Palace, serta Danau Inle yang eksotis, antara lain :

  1. Ananda Temple, candi yang selesai dibangun pada tahun 1091 tahun masehi oleh raja Kyanzittha ini memiliki tinggi 51 meter. Pada tahun 1990 Candi Ananda Temple ini menerima penyepuhan emas. Terdapat empat patung besar dari para Buddha dari empat zaman. Kakusandha menghadap ke utara, Konagamana menghadap ke timur, Kassapa menghadap ke selatan, dan Guatama sebagai Buddha terbaru menghadap ke barat.
  2. Raja Narapatisithu membangun candi Gawdawpalin pada abad ke 12 dengan tinggi candi sekitar 60 meter. Candi ini rusak parah dalam sebuah gempa bumi pada tahun 1975 tetapi sudah mengalami rekonstruksi.
  3. Dhammayangyi adalah kuil terbesar di Kota Bagan yang dibangun oleh raja Narathu yang memerintah pada tahun 1167-1170. Kuil ini sering disebut sebagai kuil ganesh karena terdapat gambar gajah yang merupakan dewa hindu. Kuil ini bernama Shwesandaw yang dibangun pada tahun 1057 oleh raja Anawahta.

Candi yang menjadi replika mirip candi Bodhi yang terkenal di Bodh Gaya, India ini bernama candi Mahabodhi. Dibangun oleh raja Nantaungmya pada masa pemerintahan 1210-1234. Bukan hanya itu, adapun candi, pagoda dan tempat bersejarah lainnya yang terdapat di kota ini diantaranya Bupaya Pagoda, Dhammayangyi Temple, Dhammayazika Pagoda, Gawdawpalin Temple, Gubyaukgyi Temple (Wetkyi-in), Gubyaukgyi Temple (Myinkaba), Htilominlo Temple, Lawkananda Pagoda, Mahabodhi Temple, Manuha Temple, Mingalazedi Pagoda, Minyeingon Temple, Myazedi inscription, Nanpaya Temple, Nathlaung Kyaung Temple, Payathonzu Temple, Seinnyet Nyima Pagaoda and Seinnyet Ama Pagoda, Shwegugyi Temple, Shwesandaw Pagoda, Shwezigon Pagoda, Sulamani Temple, Tharabha Gate, Thatbyinnyu Temple dan Tuywindaung Pagoda.

Pagoda Shwe Zi Gon adalah pagoda yang terbuat dari emas dan merupakan salah satu pagoda tertua dan terbesar yang terletak di pusat kota Yangon. Shwedagon juga terkenal dengan sebutan Golden Pagoda karena nuansa emas yang mendominasi warna bangunannya.

Saat yang tepat menikmati keindahan pemandangan Kota Bagan di Myanmar, kota seribu kuil adalah saat matahari terbit dan matahari terbenam. Karya seni tumbuh pesat di kawasan ini sebagai industri penunjang perkembangan pariwisata. Bagi wisatawan asing, Bagan  adalah kota tujuan utama wisata di Myanmar, selain banyaknya candi, keindahan sunrise dan sunsetnya kota Bagan juga begitu memukau.

Danau Inle berada di kawasan perairan Inle yang terletak di Nyaungshwe Township, di distrik Taunggyi Propinsi Shan, dan merupakan wilayah dari area Shan Hills. Danau ini memang bukan kawasan wisata semegah di Yangon atau Bagan. Kehidupan Danau Inle menawarkan sensasi destinasi perairan dan peradaban yang membuat pengunjungnya terpukau dengan pesona alam dan kehidupan adat budayanya yang unik. Keunikan suku Intha yang menghuni kawasan perairan tenang ini, membuat Danau Inle makin di gemari sebagai salah satu wisata adat di Myanmar. Suku Intha merupakan satu-satunya suku yang mendiami kawasan perairan Danau Inle.

Salah satu candi yang terkenal di bagan  adalah candi Htilominlo. Candi ini dibangun pada abad ke-13 dan terlihat megah tak dilekang waktu. Di dalam bangunan utama, terdapat patung Budha sebagai tempat ibadah para pengikut ajaran Budha. Di belakangnya terdapat kompleks candi sebagai bagian dari candi Htilominlo.

2

Kota bagan dahulu dijuluki Arimaddanapura atau Arimaddana

Negara bagian Mandalay memang terkenal dengan bangunan-bangunan kuno dan kompleks heritage’nya. Termasuk didalamnya kota Bagan sendiri.Kota atau daerah sangat terkenal dengan kompleks candi atau stupanya. Atau disebutnya ” Bagan Archaeological Zone”.  Cukup dengan membayar 15 Dollar/orang, kita bisa mengelilingi seluruh stupa dan candi yang ada di Bagan selama 5 hari. Tiket dapat langsung dibeli  di airport Bagan, airport Nyang-U. Bisa dikatakan bahwa kota ini adalah kota seribu stupa. Meskipun sebenarnya menurut catatan UNESCO, ada kurang lebih 300’an candi disini.

Old Bagan dan New Bagan

3

Old Bagan

Kota Bagan sesungguhnya terbagi dari 2 bagian. Bagan kota lama dan Bagan kota baru. Dulunya semua pemukiman berada didaerah kota lama dimana terdapat stupa-stupa tersebut. Tahun 90’an, mereka dipindahkan ke Bagan baru (New Bagan) untuk menjadi pemukiman baru. Perbedaannya sangat menonjol didua tempat ini. Bagan Baru adalah daerah baru, dengan banyak hotel. Tidak ramai daerahnya dikelilingi pemukiman. Bagan lama (Old Bagan) daerah dengan dikelilingi pusat pemerintahan dan beberapa stupa disekitarnya. Beberapa hotel dan pertokoan juga kita temukan didaerah ini.

4
New Bagan

5

6

Kuil Ananda juga menarik untuk diamati mural yang ada dibeberap dindingnya. Muralnya masih terjaga dengan baik. Dikatakan oleh Thein bahwa kuil Ananda dibangun pada masa awal-awal dinasti Pagan yang ada di Bagan, mungkin sekitaran abad 1100. Kuil Ananda memiliki 4 patung Buddha warna keemasan disetiap sisi penjuru mata angin, dengan posisi tangannya yang berbeda.
Kemudian kita juga bisa ke kuil  Thatbyinnyu dikenal sebagai kuil kemahatahuan dan berasal dari 1144 Masehi. Kuil yang cukup tinggi dengan tinggi sekitaran 60’an meter. Lalu kita ke  kuil terbesar Damayangyi, yang terkenal dengan struktur bangunannya yang unik mirip piramida. Candi ini dibangun  tahun 1170 Masehi.

7

8

Lalu tidak ketinggalan ke candi  Nanphaya. Candi ini sangat unik karena merupakan candi Hindu ditengah candi-candi dan stupa Buddha.  Sayang kalau dilewatkan. Dan hari itu kami akhiri dengan berkunjung ke candi  Shwensandow untuk melihat sunset di sepanjang sungai Ayeyeawaddy.

9

10

Pagoda di mount Popa sendiri sangat unik. Pagoda ini persis berdiri diatas bukit kapur, yang berdiri tegak. Untuk menaikinya, kita perlu menapak, yang konon jumlah ada sekitar 700 tangga hingga sampai ke atas.  Yang menarik dari pagoda Mount Popa ini adalah ternyata didalamnya tidak ditemukannya patung Buddha, seperti biasanya yang saya temui di Bagan. Yang ada adalah rupa patung seseorang, berambut panjang, nampak tidak seperti Buddha. Disertai pula dengan banyak tempelan uang, disekitarnya. Rupanya pertanyaan saya terjawab. Pagoda atau kuil ini sesungguhnya adalah kuil pemujaan atas seseorang lokal yang dianggap penting.

11

Landscape Bagan

12

13

Ini adalah bangunan museum national Bagan, menikmati sejarah Bagan. Gedungnya sangat megah dan kokoh. Mirip gedung pertunjukan menurut saya. Ada 4 lantai, dimana masing-masing lantai mempunyai ceritanya. Misalnya tentang sejarah alam dan fosil Bagan, lalu tampilan prasasti yang pernah ditemukan di Bagan, kemudian sejarah peradaban di Bagan, lalu sejarah dan cerita etnis yang ada di Myanmar, dan kemudian pameran seni lukis dan seni di Bagan dan Myanmar. Sangat menarik. Sayang kami tidak boleh memotret gambarnya.

Seni Mural & Restoran

seemerhati budaya seperti saya, kesempatan ini sangat langkah. Saya dapat belajar banyak dari kebudayaan mereka. Misalnya bagaimana jayanya peradaban mereka sejak sebelum masehi. Kemudian mengenal tulisan dan penguasaan wilayahnya yang sangat luas. Kesan saya, budaya mereka lebih menitikberatkan kepada  budaya komunal yang lebih menitikberatkan kepada ikatan sosial kelompok yang sangat tinggi. Seni mereka, baik seni  lukis dan performance serta musik, kesannya sangat komunal. Penampilannya banyak diarena-arena publik, seperti dipasar atau perayaaan publik. Mungkin ada yang bersifat kebangsawanan atau kerajaan, sayangnya itu sudah jauh hilang. Peradaban mereka meraih masa jayanya pada abad belasan, mungkin awal abad 12 bersamaan dengan peradaban Khmer yang ada dikamboja. Ganti berganti dinasti, hingga penaklukan Mongolia kemudian kerajaan Inggris menyebabkan kebudayaan mereka nampaknya berbasiskan komunal.

14

 

Sumber :

http://ariesarsitek.blogspot.co.id/2015/06/kawasan-konservasi-arsitektur-di-asean.html

http://www.republika.co.id/berita/koran/leasure/15/03/03/nkmukf11-menyingkap-pesona-myanmar

Advertisements

KONSERVASI ARSITEKTUR DI ASIA TENGGARA (Konservasi Pusaka Budaya di Desa Kuno Duong Lam, Vietnam)

Dengan andil-andil dan sukses yang patut dicatat, Proyek konservasi pusaka budaya di desa kuno Duong Lam telah resmi dimuliakan oleh UNESCO dengan mendapat penghargaan kehormatan tentang konservasi pusaka budaya tahun 2013 kawasan Asia-Pasifik. Ini untuk ke-5 kalinya Vietnam mendapat penghargaan yang bernilai ini dari UNESCO sejak penghargaan ini diselenggarakan pada tahun 2000.

giang.org  4

Pintu gerbang desa Mong Phu

(Foto: giang.org)

Terletak di kota madya Son Tay, jauhnya kira-kira 50 kilometer dari kota Hanoi, Duong Lam, desa kuno pertama di Vietnam yang mendapat pengakuan dari Negara Vietnam sebagai itus peninggalan sejarah budaya nasional pada tahun 2005. Sesudah terbentuk dan berkembang selama ratusan tahun, desa Duong Lam tetap behasil mempertahankan ciri-ciri tipikal dari desa orang Vietnam dengan pintu gerbang desa, pohon beringin, lapangan balai desa, pagoda, kuil, sumur air, sawah air dan lain-lain.

Selama lebih dari 10 tahun ini, dalam proses mengkonservasikan dan mengembangkan nilai pusaka budaya desa kuno Duong Lam, desa ini selalu mendapat perhatian dan investasi dari Pemerintah Vietnam, kerjasama dan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Jepang. Kongkritnya ialah, sekarang ini ada 17 situs peninggalan sejarah dan rumah kuno yang telah dipugar dan diperbaiki.

Hasil yang paling menonjol dari proyek tersebut ialah mengkonservasikan 5 proyek yang punya nilai besar tentang arsitektur, budaya dan sejarah di desa kuno Duong Lam yaitu, pintu gerbang desa Mong Phu, pagoda On, tempat ibadah Giang Van Minh, rumah kuno dari bapak Nguyen Van Hung dan bapak Ha Van Vinh. Dulu, proyek-proyek arsitektur ini mengalami degradasi serius, bahkan menghadapi bahaya runtuh. Menurut penilaian UNESCO dan pakar Jepang, Proyek konservasi rumah kuno Duong Lam benar-benar menjadi pola bagi upaya konservasi pusaka budaya di daerah-daerah pedesaan lain di Vietnam pada hari depan. Untuk mengkonservasikan dan mengembangkan nilai pusaka secara lebih baik dan lebih terorganisasi, Pham Hung Son, Direktur Badan Pengelola situs peninggalan sejarah desa kuno Duong Lam memberitahukan: “Kami membuat perancangan konservasn sekaligus pengembangan nilai situs peninggalan sejarah desa kuno Duong Lam selama 8 tahun ini dan telah diesahkan oleh kota Hanoi pada tanggal 31 Oktober tahun 2013. Pada waktu mendatang, kami akan mengumumkan perancangan ini. Ini merupakan satu proyek induk, perancangan induk, mengeluarkan peta jalan pengelolaan, pemugaran, konservasi dan pengembangan nilai situs peninggalan sejarah desa kuno Duong Lam untuk setiap periode”.

kienthuc.net.vn  6

Pagoda On di desa Duong Lam

(Foto: kienthuc.net.vn)

Di atas dasar hasil penelitian dan koleksi secara sistimatik terhadap pusaka budaya nonbendawi di desa Duong Lam dulu, semua badan fungsional sedang giat merevitalisasi kehidupan kultural dan spiritual pada semua periode sejarah di desa Duong Lam, merekonstruksikan adat istiadat, menyelenggarakan pesta, bentuk-bentuk aktivitas budaya kerakyatan, budaya kuliner tradisional yang khas di desa Duong Lam. Yang mendesak ialah menyusun dan menerbitkan semua proyek penelitian, koleksi, membuat VCD tentang semua bidang, membuat film dokumenter penelitian untuk mengkonservasikan dan menyimpannya secara berjangka-panjang. Besama dengan mengkonservasikan budaya bendawi dan nonbendawi, desa Duong Lam juga aktif mengkonservasikan pemandangan alam, lingkungan ekonolgi, berbagai jenis gene yang bernilai, mialnya ayam Mia, semua pohon tua di daerah dan menganggap ini sebagai konservasi pusaka budaya secara sinkron.

Diantara 5 situs peninggalan sejarah di desa kuno Duong Lam yang baru saja mendapat penghargaan kehormatan dari UNESCO tentang konservasi pusaka budaya tahun 2013, yang patut diperhatikan ialah dua rumah kuno. Nguyen Van Hung, pemilik salah satu diantara dua rumah kuno yang mendapat penghargaan memberitahukan: “Rumah saya dibangun dari tahun 1649, adalah rumah yang paling kuno di desa Duong Lam. Pada tahun 2008, rumah ini dikonservasikan dan dipugar  oleh organisasi JICA dari Jepang. Baru-baru ini, keluarga saya menyambut piagam pemuliaan dari UNESCO tentang pekerjaan konservasi rumah. Itu merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi keluarga saya”.

baomoi.com  5

Rumah kuno di desa Duong Lam

(Foto: baomoi.com)

Pham Hung Son, Ditektur Badan Pengelola situs peninggalan sejarah desa kuno Duong Lam memberitahukan bahwa sukses yang dicapai oleh proyek mengkonservasikan pengembangan nilai pusaka budaya desa kuno Duong Lam akan menjadi langkah peralihan untuk membuat dokumen disampaikan kepada UNESCO guna mengakuinya sebagai pusaka budaya dunia. “Situs peninggalan sejarah desa kuno Duong Lam punya nilai tentang arsitektur, pemandangan alam, sejarah dan kebudayaan, mempunyai  cukup patokan sebagai satu situs peninggalan sejarah nasional khusus. Para pakar Jepang dan Perancis sedang membantu kami mendekati UNESCO untuk mengakuinya sebagai pusaka budaya dunia”.

Pemandangan alam yang indah, ciri klasik yang dipertahankan secara utuh, warga desa kuno Duong Lam merasa sangat bangga akan tradisi budaya dan kesedaran menjaga dan memperindah ciri budaya desanya. Ruang desa kuno Duong Lam masih berhasil mempertahankan  ciri aslinya dan berbaur pada ritme hidup modern. Proyek mengkonservasikan dan mengembangkan pusaka budaya di desa Duong Lam telah turut membangun dan mengembangkan kebudayaan Vietnam yang maju dan kental dengan identitas tradisional.

 

Sumber :

http://vovworld.vn/id-ID/Kebudayaan-Vietnam/Proyek-konservasi-pusaka-budaya-di-desa-kuno-Duong-Lam/221110.vov

http://thelightninghands.blogspot.co.id/2015/06/konservasi-arsitektur-di-asia-tenggara.html

KONSERVASI ARSITEKTUR DI DAERAH JAWA TENGAH (Kawasan Pecinan Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah)

Dewasa ini pemerintah Kota Solo sedang menggalakkan revitalisasi beberapa bangunan kuno yang ada, seperti masjid Agung, Stasiun Jebres, gedung Bank Indonesia dan masih banyak lagi yang akan menjadi target pembangunan kota untuk menarik wisatawan berkunjung ke Kota Solo. Apalagi semboyan Solo Future is Solo Past, telah sering kali disampaikan Walikota Solo dalam beberapa forum pertemuan baik dengan para pemegang kuasa maupun dengan penggiat budaya. Baik di tingkat nasional maupun internasional. Kawasan Pecinan di daerah Balong, Pasar Gede Hardjanagara merupakan salah satu dari kawasan cagar budaya yang perlu dilestarikan dan dijaga keberadaannya. Mengingat kawasan ini merupakan urat nadi perkembangan ekonomi Kota Solo dari dulu sampai sekarang.

6

(sumber: sendiridanrahasia.blogspot.com)

Orang-orang Tionghoa diperkirakan sudah ada di Surakarta pada tahun 1746, tidak lama setelah kota ini dijadikan sebagai Ibukota Kerajaan Dinasti Mataram (Keraton Surakarta) oleh Paku Buwono II. Pada mulanya, ketika hadir di Surakarta pada 1746 dalam perkembangannya masyarakat etnis Tionghoa harus tunduk kepada peraturan pemerintah kolonial yang diskriminatif. Masyarakat etnis tersebut ruang geraknya dibatasi dengan sistem surat jalan (passenstelsel). Mereka dilarang memiliki tanah, sesuai UU Agraria 1870, bahkan tempat tinggalnya dilokalisasi di sebuah wilayah yang dikenal dengan nama Balong. Pada sekitar tahun 1911, atas desakan organisasi atau gerakan nasionalis di kalangan orang-orang etnis Tionghoa, pemerintah kolonial mengabulkan tuntutan penghapusan wijkenstelsel dan passenstelsel. Sejak itu permukiman masyarakat etnis Tionghoa tidak lagi mengelompok, tapi menyebar ke lokasi yang lain. Namun dalam perkembangannya juga, menariknya Kampung Balong masih tetap bertahan sebagai perkampungan pecinan. Sebab mayoritas masyarakat yang tinggal di sana, adalah masyarakat keturunan Tionghoa.

Banyaknya perdebatan tentang modernitas dan tradisi bukan merupakan hal yang baru. Tingkat konflik di antara keduanya tergantung dari besarnya kesenjangan sosial budaya yang ada. Telah banyak bangunan yang bernilai sejarah dan budaya tinggi digerogoti oleh kepentingan komersial dan digantikan dengan bangunan berarsitektur modern. Untuk mengantisipasi semakin banyaknya sumberdaya budaya yang dihancurkan, diperlukan upaya konservasi untuk melestarikannya. Upaya konservasi tidak hanya terbatas pada penyelamatan bangunan berdasarkan nilai sejarah dan arsitekturnya saja, tetapi juga mencakup nilai sosial, ekonomi, dan politisnya. Dengan melihat semakin maraknya modernisasi bangunan yang berkembang di Kota Solo saat ini, perlu adanya upaya konservasi kawasan Pecinan, tetapi yang terpenting adalah sejauh mana upaya konservasinya.

Menurut wacana pembangunan kota, pelestarian dibedakan menjadi dua yaitu preservasi dan konservasi. Definisi preservasi adalah upaya untuk mengembalikan suatu tempat, bangunan, atau lingkungan kepada kondisi asalnya, demi mencegah kerusakan yang disebabkan oleh tindakan manusia. Sedangkan konservasi adalah upaya untuk memelihara suatu tempat sedemikian rupa sehingga maknanya tetap terjaga. Konservasi bukan berarti membangun kembali kota lama dengan segala artefaknya, akan tetapi lebih bersifat untuk menemukan kembali unsur-unsur yang membentuk keunikan budayanya (Danisworo, 1999).

Bangunan dan kawasan bersejarah sebetulnya dapat menambah citra dan identitas bagi suatu kota. Eksistensinya bangunan bersejarah mampu membentuk nilai-nilai lokalitas dalam wujud arsitektural, yang memberikan citra tersendiri bagi suatu kota (Johana, 2004). Citra serta identitas kawasan sering kali menjadi tolok ukur bagi kualitas suatu lingkungan, khususnya menyangkut cara pandang orang terhadap nilai lingkungan tersebut. Dengan kuatnya citra suatu kawasan, maka identitas pun akan muncul sebagai suatu perbedaan terhadap kawasan-kawasan lain. Identitas tersebut akan menjadi ciri tersendiri bagi suatu kawasan (Muharam, 2002).

Berkaitan dengan wacana tersebut, bangunan-bangunan yang ada di kawasan Pecinan perlu dipreservasi dan dikonservasi. Pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan bidang penelitian dan pelestarian benda cagar budaya, sampai saat ini lebih banyak berkutat pada masalah teknis. Sedangkan pemaknaan terhadap benda cagar budaya tampaknya hanya dilakukan pada tingkat instansi masing-masing. Penggalian makna benda cagar budaya yang ada di lingkungan masyarakat belum maksimal dilakukan. Padahal diketahui bahwa benda cagar budaya yang ada di masyarakat adalah bagian dari perjalanan hidup masyarakat itu sendiri. Permasalahannya adalah bagaimana makna-makna atau nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat tersebut dapat menjadi bagian dari hidup mereka, dengan memasukkan nilai-nilai yang dapat menumbuhkan rasa memiliki serta jiwa nasionalisme sehingga memperkaya ragam nilai budaya bangsa. Diharapkan dengan adanya rasa memiliki tersebut, masyarakat akan melestarikan warisan budaya dengan kesadaran sendiri.

Pada kenyataannya, kondisi saat ini, banyak bangunan di kawasan Pecinan yang tidak terawat dan rusak. Terlebih lagi kawasan Pecinan berada di pusat kota yang rawan akan perubahan, sehingga perlu diupayakan agar kawasan tersebut tetap mempertahankan kekhasannya. Memang perubahan tidak dapat dihindari, tetapi sedapat mungkin fasad serta ragam hias bangunan dipertahankan karena di situlah letak keunikan arsitektur bangunan di kawasan Pecinan yang merupakan hasil perpaduan dari beberapa budaya. Dalam hal ini, pemerintah harus menggandeng masyarakat untuk bahu membahu melakukan upaya pelestarian kawasan Pecinan. Perlu adanya guideline desing bangunan untuk mengendalikan perkembangan pembangunan fisik bangunan yang termasuk dalam kriteria bangunan cagar budaya.

Demikian juga dengan ornamen, material, dan warna asli bangunan perlu diperhatikan. Sedapat mungkin untuk kawasan Pecinan menghindari warna-warna yang mencolok, atau dikembalikan sesuai aslinya sehingga dapat dijadikan sebagai penanda jenis-jenis toko. Misalnya toko barang kelontong berwarna putih sedangkan kios jasa pelayanan gigi berwarna krem. Beberapa rumah toko yang bagian depannya tertutup oleh reklame seharusnya ditampakkan fasadnya agar keindahan arsitektur bangunannya dapat dinikmati. Perkuatan dan penambahan struktur baru diperbolehkan untuk menjaga stabilitas bangunan. Pendaurulangan bangunan dapat dilakukan misalnya dengan perubahan tata ruang untuk fungsi yang berbeda (adaptive re-use).

Selain hal-hal yang berkaitan dengan fisik bangunan, tradisi dan budaya masyarakat Tionghoa di kawasan Pecinan juga harus dikonservasi. Antara lain dengan menyelenggarakan expo yang menampilkan kesenian Barongsai pada saat perayaan tahun baru Imlek, Grebeg Sudiro serta berbagai kuliner maupun obat tradisional China untuk menumbuhkan kembali unsur-unsur yang membentuk keunikan budaya masyarakat Pecinan. Kegiatan tersebut dapat dilakukan rutin setiap tahun dan menjadi agenda pariwisata di kota Solo. Dalam hal ini, sejak beberapa tahun yang lalu, Kota Solo telah menyelenggarakan berbagai kegiatan berkaitan dengan tahun baru Imlek dengan menampilkan budaya China yang dilaksanakan di kawasan Pecinan. Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat akan semakin tergerak untuk melestarikan tinggalan budaya yang ada di kota Solo.

Satu hal yang perlu dipahami adalah, kota bukan ciptaan satu generasi tetapi terus tumbuh dari satu generasi ke generasi yang lain. Karya suatu generasi patut mendapat tempat sebagai bagian dari suatu kota. Persinggungan dengan para pendatang selama berabad-abad telah membawa pengaruh pada kota Solo yang menghasilkan budaya kota campuran yang unik dan penuh warna.

 

Sumber:

http://edisicetak.joglosemar.co/berita/konservasi-pecinan-solo-65711.html

KONSERVASI ARSITEKTUR JAWA TENGAH (Konservasi Stasiun Tawang Semarang)

1

SEJARAH

Stasiun Semarang Tawang merupakan salah satu stasiun kereta api besar tertua di Indonesia yang melayani pengangkutan penumpang untuk jalur Semarang Tawang menuju Tanggung (Grobogan). Stasiun ini diresmikan pada tanggal 1 Juni 1914, dan pada 29 April 1911 merupakan peletakan batu pertama oleh perusahaan yang mengelolanya yaitu Netherland Indische Spoorweg maatschappij (NIS) dengan rancangan bangunan dari arsitek Sloth – Blauwboer. Sebagai stasiun yang dipersiapkan untuk menjadi pintu kedatangan tamu, Stasiun Tawang dirancang sebagai bangunan yang anggun dengan karakter bangunan berlanggam Romanticism yang populer di Eropa pada masa itu yang dipersiapkan untuk perayaan 100 tahun kemerdekaan Belanda dari Spanyol (Tentoonstelling).

Pada awal beroperasinya, tidak ada jalur kereta api yang menghubungkan antara stasiun Semarang Tawang dan Semarang Poncol, dua-duanya merupakan stasiun ujung atau kopstation. Stasiun Semarang Poncol melayani kereta api dari/ke menuju barat (Cirebon) dan stasiun Semarang Tawang melayani kereta api dari/ke timur (Solo dan Yogyakarta). Ini dikarenakan bahwa kedua stasiun tersebut milik dua perusahaan kereta api yang berbeda yaitu NIS dan SCS (Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij). Akibat jaringan kereta api yang terpisah, masing-masing perusahaan itu mempunyai stasiun yang terpisah pula. Keadaan ini cukup merepotkan, tidak hanya bagi penumpang tapi (terutama) untuk angkutan barang. Baru ketika awal pemerintah Jepang masuk ke Indonesia sekitar tahun 1942/1943, kedua stasiun itu dapat dihubungkan dengan jalur kereta api karena kedua perusahaan kereta api itu digabungkan oleh pemerintahan Jepang di Indonesia.

ARSITEKTUR

Bangunan membentuk siluet simetris dengan bangunan utama di tengah yang beratap kubah tinggi sebagai vocal point serta sayap-sayap bangunan di kanan kirinya yang didominasi oleh atap pelana dari genteng merah dengan bukaan-bukaan atap sebagai variasi. Bentuk bangunan yang simetris itu merupakan salah satu ciri arsitektur kolonial yang merupakan perpaduan antara langgam desain yang populer di Eropa dengan penyesuaian terhadap iklim lokal tropis melalui penggunaan atap pelana serta banyak bukaan untuk penghawaan.

Tidak banyak ornamen yang dijumpai, karena gaya arsitektur Romaticism yang populer di Eropa pada awal abad ke 20 lebih menekankan pada komposisi dan proporsi elemen-elemen garis dan bidang-bidang bukaan sebagai ornamen bangunan. Komposisi bidang-bidang bukaan pada tembok yang kokoh serta atap kubah membentuk kemegahan bangunan ini.

3

 

Ruang-ruang pada bangunan Stasiun Tawang disusun secara linier dengan pintu masuk utama yang berada di tengah sebagai orientasi. Ruang di bawah kubah merupakan vestibule atau hall dengan langit-langit yang tinggi. Atap kubah membentuk langit-langit persegi memberikan pencahayaan atas yang memperkuat kesan megah ruangan ini. Empat kolom utama yang menyangga atap kubah sepintas mirip dengan bagian tengah sebuah pendapa joglo. Bagian ini diperindah dengan empat lampu hias serta jendela kaca memanjang di sekeliling bangunan bagian atas.

Ornamen paling menonjol pada bangunan Stasiun Tawang adalah pintu-pintu utama serta jendela ventilasi atas yang berbentuk lengkung yang dipertegas dengan bingkai konstruksi Arch pasangan batu bata di tepi atasnya. Pada ujung lengkungan bata tersebut diakhiri dengan moulding dari semen dan keramik warna dan material yang berbeda dari elemen – elemen bukaan (pintu, jendela, dan ventilasi) tersebut menjadi ornamen yang mempercantik arsitektur Stasiun Tawang. Cornice berupa ballustrade/pagar pembatas atap datar di atas pintu-pintu tersebut memperkuat akhiran atas dari komposisi itu.

5

Sayap bagian kanan merupakan ruang tunggu kelas satu, ruang kepala stasiun, ruang sinyal serta ruang-ruang operasional. Sayap kiri merupakan ruang tunggu kelas dua dan kelas tiga yang pada masa kolonial diperuntukkan bagi pribumi. Ruang-ruang tersebut berderet di sepanjang concourse (peron) membentuk model stasiun satu sisi dengan peron dan sepur yang terletak sejajar dengan bangunan stasiun. Peron dan sepur dinaungi atap pelana yang memanjang sejajar dengan struktur rangka baja dan penutup seng gelombang.

4

Dalam finishing ruang, dominasi warna putih menutup hampir semua tembok bagian dalam serta cokelat tembaga sebagai penghiasnya. Dari penelitian para arsitek pencinta bangunan bersejarah, material dasar bangunan stasiun ini pada waktu didirikan berasal dari batu yang dilapisi semen tumbukan bata merah dan kapur. Cat yang dipergunakan juga masih sederhana, hanya kapur.

Namun sungguh sayang akibat perkembangan kota Semarang yang semakin pesat serta sistem tata kota yang belum pas dengan kondisi kota pinggir pantai maka stasiun Semarang Tawang sering digenangi banjir akibat hujan atau rob (rembesan air laut jika permukaan laut pasang). Penyebab banjir, selain curah hujan yang tinggi tiga hari berturut-turut dan air pasang laut Jawa, juga hilangnya area resapan di sebelah utara stasiun. Rawa yang dahulu melingkupi bagian utara stasiun sejak 1985 berubah menjadi pemukiman. Banjir merupakan hantu yang harus dihadapi bangunan Stasiun Tawang. Namun, gunungan sampah di tambak sebelah timur stasiun juga musuh utama yang harus dihadapi. Dampaknya, perjalanan kereta api melalui jalur utara di Jawa menjadi terganggu. Untuk mengatasi masalah itu telah tiga kali dilakukan pengurukan lantai bangunan. Ketinggian bangunan telah berkurang 1.5 meter akibat peninggian itu. Tak hanya bangunan yang ditinggikan, jalan rel pun ikut ditinggikan.

 

Sumber :

http://vraymozeart.blogspot.co.id/2015/04/konservasi-arsitektur-jawa-tengah.html

Konservasi Kawasan Menteng Jakarta Pusat

Menteng merupakan kota taman tropis pertama di Indonesia yang terletak di Jakarta Pusat, awalnya dirancang arsitek Belanda yang merupakan perumahan villa pertama di Jakarta (dulu Batavia), yang dikembangkan antara tahun 1910 dan 1918. Perancangnya adalah :

  1. A.J. Mooijen dan FJ Kubatz (1913)
  2. Adolf Heuken dan Grace Pamungkas (2001)

Rancangan awalnya memiliki kemiripan dengan model kota taman dari Ebenezer Howard, seorang arsitektur pembaharu asal Inggris. Bedanya, Menteng tidak dimaksudkan berdiri sendiri namun terintegrasi dengan suburban lainnya. Rancangan Mooijen dimodifikasi oleh F.J. Kubatz dengan mengubah tata jalan dan penambahan taman-taman hingga mencapai bentuk yang tetap antara 1920an dan 1930an. Kawasan Menteng dirancang dengan tata bangunan khusus dan untuk pertama kalinya. Karena perencanaannya yang khas, pada masa itu kawasan ini dijuluki sebagai sebuah kota taman dengan vila-vila Belanda di daerah tropis. Langgam bangunannya menganut gaya arsitektur “Indis” atau “Indo-Eropa.”

Karakteristik arsitektur yang menyolok secara fisik dan sangat visual adalah bentuk atapnya dan ketinggian bangunan. Selain itu, karakteristik lainnya yang juga menyolok, yakni dari segi pandangan tampak bangunan, seperti teras dan teritis, tekstur, pewarnaan dinding, sampai dekorasi, dan detail bangunan. Sebagai pelengkap dari lingkungan perumahan, di kawasan Menteng juga didirikan bangunan utilitas antara lain, Gedung NV de Bouwploeg (sekarang Mesjid Cut Mutia), Gedung Bataviasche Kunstkring (sekarang kantor Imigrasi), dan Gedung Nassaukerk (sekarang Gereja St Paulus dan Gereja Theresia). Proyek Menteng dinamakan Nieuw Gondangdia dan menempati lahan seluas 73 ha. Pada tahun 1890 kawasan ini dimiliki oleh 3.562 pemilik tanah. Batas selatannya adalah Banjir Kanal Barat yang selesai dibangun 1919. Menteng merupakan tempat domisili banyak pejabat tinggi negara serta kedutaan besar negara-negara sahabat. Jalan Thamrin, yang merupakan jantung kota Jakarta, terletak di bagian barat Kecamatan Menteng. Di Kecamatan Menteng terdapat beberapa stasiun kereta api seperti Stasiun Gondangdia, Stasiun Sudirman, dan Stasiun Cikini. Batas wilayah Kecamatan Menteng :

  1. Sebelah Utara   : Kec. Gambir
  2. Sebelah Selatan : Kec. Setiabudi
  3. Sebelah Timur   : Kec. Matraman
  4. Sebelah Barat   : Kec. Tanah Abang

Kawasan ini merupakan perluasan kota di sebelah selatan dari wilayah pusat kota, yakni Weltervreden (Wilayah sekitar Gambir dan Pejambon sekarang). Oleh Pemerintah Kolonial Belanda, perumahan Menteng ditujukan bagi orang-orang Eropa dan orang pribumi dengan status sosial menengah ke atas. Sebagai kota taman, di kawasan ini banyak dijumpai taman-taman terbuka. Yang terbesar adalah Taman Suropati, yang terletak di antara Jalan Imam Bonjol dan Jalan Diponegoro. Kemudian terdapat Taman Lawang yang terletak di Jalan Sumenep, Situ Lembang di Jalan Lembang, serta Taman Cut Meutia di Jalan Cut Meutia. Di kawasan ini dulu pernah berdiri Stadion Menteng, yang kini telah beralih fungsi menjadi Taman Menteng. Kelurahan yang terdapat di Menteng :

  1. Menteng
  2. Pengangsaan
  3. Cikini
  4. Kebon Sirih
  5. Gondangdia

kec menteng

Gambar : Peta Kecamatan Menteng

Sumber : Google Earth

Keadaan eksisting bangunan tua di kawasan Menteng masih terjaga dan dirawat sampai saat ini, tidak ada bangunan yang dirubah wajahnya hanya dilakukan perbaikan saja seperti bentuk semula dan dilakukan pengecatan pada bagian bangunan yang usang. Bangunan kawasan Menteng yang masih terlihat jelas masa lalunya dan terawat diantaranya yaitu Masjid Cut Mutia, Gedung Joeang 45, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Gereja St. Theresia, dan Gereja GPIB Jemaat Paulus. Bangunan ini merupakan bangunan bersejarah dimasanya telah dibangun cukup lama dan masih terlihat seperti mulanya sehingga bangunan ini perlu dijaga dan dirawat.

BAB III Pembahasan_Page_02

Bangunan-bangunan yang berdiri di kawasan Menteng dibangun pada masa penjajahan dan kolonialisasai Belanda dan merupakan kawasan yang dijadikan perumahan bagi pegawai kolonial Belanda sehingga bangunan di kawasan ini dirancang seelegan dan spesail dengan gaya yang terkenal di masanya yaitu gaya arsitektural klasik Indis atau Hindia Klasik atau disebut juga “Indo-Eropa” terdapat campuran budaya eropa dan indonesia.

Arsitektur bangunannya dapat disebut berkarakter fungsionalis tahun duapuluhan dengan variasi tropis art-deco dengan jejak-jejak neo-klasik peninggalan abad 19. Adaptasi arsitektur lokal sangat dipengaruhi oleh iklim tropis. Hal ini tercerminkan melalui kecenderungan penggunaan ventilasi alamiah dan menghindari cahaya matahari langsung. Karena hal ini maka dapat dipahami adanya rancangan ruang dengan langit-langit sangat tinggi, volume para-para atap yang besar, lubang-lubang ventilasi serta pintu dan jendela ganda. Material tradisional dan keterampilan lokal juga memberi bekas melalui bentuk atap miring, konstruksi kayu dan ubin semen berwarna. Ditambah dengan material bangunan yang didatangkan dari luar negeri, ini menjadikannya khas arsitektur Hindia-Belanda, atau arsitektur kolonial, atau juga indische architectuur.

Kawasan Menteng telah ditetapkan sebagai kawasan cagar bangunan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur KDKI Jakarta Nomor D.IV-6098/d/33/1975 Tahun 1975. Sebab, bangunan-bangunan tersebut merupakan tonggak sejarah perkembangan arsitektur bangunan di Indonesia yang tidak dapat dijumpai di kawasan lain. Karena itu, bangunan-bangunan bersejarah di kawasan Menteng harus dipertahankan dan dijadikan kawasan konservasi cagar budaya.

 

Sumber :

id.wikipedia.com                                                            

http://noviaclarabianca.blogspot.com/2014/03/konservasi-arsitektur-kawasan-cagar.html

http://albertus-konservasi-arsitektur.blogspot.com/

Konservasi Stasiun Jakarta Kota (Beos)

Stasiun kereta api adalah tempat untuk menaikkan dan menurunkan penumpang yang menggunakan jasa transportasi kereta api. Selain stasiun, pada masa lalu dikenal juga dengan halte kereta api yang memiliki fungsi nyaris sama dengan stasiun kereta api. Untuk daerah/kota yang baru dibangun mungkin stasiun portabel dapat dipergunakan sebagai halte kereta.

2

Gambar 1. Pintu Masuk Stasiun Jakarta Kota

Stasiun Jakarta Kota (JAKK), adalah stasiun kereta api terbesar di Indonesia yang terletak di Kelurahan Pinangsia, kawasan Kota Tua, Jakarta, Indonesia. Stasiun ini adalah satu dari sedikit stasiun di Indonesia yang bertipe terminus (perjalanan awal/akhir), yang tidak memiliki jalur lanjutan lagi.

Stasiun Kereta Api Jakarta Kota (Beos) adalah stasiun kereta api berusia tua yang berada dalam kawasan di Kota Tua Jakarta. Stasiun tua yang bersejarah ini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya melalui Surat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 475 tahun 1993. Mungkin hanya sedikit warga Jakarta yang tahu apa arti Beos, dan menurut artikel dalam wikipedia ada beberapa versi dalam mengartikan nama Beos, yakni sebagai berikut :

  1. Beos kependekan dari Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschapij (Maskapai Angkutan Kereta Api Batavia Timur), sebuah perusahaan swasta yang menghubungkan Batavia dengan Kedunggedeh.
  2. Beos berasal dari kata Batavia En Omstreken, yang artinya Batavia dan Sekitarnya, dimana berasal dari fungsi stasiun sebagai pusat transportasi kereta api yang menghubungkan kota Batavia dengan kota lain seperti Bekassie (Bekasi), Buitenzorg (Bogor), Parijs van Java (Bandung), Karavam (Karawang), dan lain-lain.
  3. Batavia Zuid yang berarti Stasiun Batavia Selatan. Nama ini muncul karena pada akhir abad ke-19, Batavia sudah memiliki lebih dari dua stasiun kereta api. Satunya adalah Batavia Noord (Batavia Utara) yang terletak di sebelah selatan Museum Sejarah Jakarta sekarang. Batavia Noord pada awalnya merupakan milik perusahaan kereta api Nederlandsch-Indische Spoorweg, dan merupakan terminus untuk jalur Batavia-Buitenzorg. Pada tahun 1913 jalur Batavia-Buitenzorg ini dijual kepada pemerintah Hindia Belanda dan dikelola oleh Staatsspoorwegen. Pada waktu itu kawasan Jatinegara dan Tanjung Priok belum termasuk gemeente Batavia. Stasiun Kota (1929).

Batavia Zuid, awalnya dibangun sekitar tahun 1870, kemudian ditutup pada tahun 1926 untuk renovasi menjadi bangunan yang kini ada. Selama stasiun ini dibangun, kereta api-kereta api menggunakan stasiun Batavia Noord. Sekitar 200 m dari stasiun yang ditutup ini dibangunlah Stasiun Jakarta Kota yang sekarang. Pembangunannya selesai pada 19 Agustus 1929 dan secara resmi digunakan pada 8 Oktober 1929. Acara peresmiannya dilakukan secara besar-besaran dengan penanaman kepala kerbau oleh Gubernur Jendral jhr. A.C.D. de Graeff yang berkuasa pada Hindia Belanda pada 1926-1931.

Di balik kemegahan stasiun ini, tersebutlah nama seorang arsitek Belanda kelahiran Tulungagung 8 September 1882 yaitu Frans Johan Louwrens Ghijsels, lelaki yang menamatkan pendidikan arsitekturnya di Delft dan mendirikan biro arsitektur Algemeen Ingenieur Architectenbureau (AIA). Stasiun Beos merupakan karya besar Ghijsels, yang dikenal dengan ungkapan Het Indische Bouwen yakni perpaduan antara struktur dan teknik modern barat dipadu dengan bentuk-bentuk tradisional setempat. Dengan balutan art deco yang kental, rancangan Ghijsels ini terkesan sederhana meski bercita rasa tinggi. Sesuai dengan filosofi Yunani Kuno, kesederhanaan adalah jalan terpendek menuju kecantikan.

Kriteria pemilihan bangunan konservasi berdasarkan kriteria Benda Cagar Budaya UU No. 11 Tahun 2012, yakni :

  1. Berusia 50 tahun / lebih
  2. Mewakili masa gaya paling singkat berusia 50 tahun
  3. Memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahun, pendidikan, agama dan atau kebudayaan
  4. Memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa800px-Jakarta_Kota_train_station

    Gambar 2. Bagian Dalam Stasiun Jakarta Kota

Stasiun tua yang bersejarah ini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya melalui Surat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 475 tahun 1993 dan sudah berumur 142 tahun. Walau masih berfungsi, di sana-sini terlihat sudut-sudut yang kurang terawat. Keberadaannya pun mulai terusik dengan adanya kabar mau dibangun mal di atas bangunan stasiun. Demikian pula kebersihannya yang kurang terawat, sampah beresrakan di rel-rel kereta. Selain itu, banyak orang yang tinggal di samping kiri kanan rel di dekat stasiun mengurangi nilai estetika stasiun kebanggaan ini. Kini Pihak KAI melalui Unit Pelestarian Benda dan bangunan bersejarah telah mulai menata stasiun bersejarah ini

 

Sumber :

http://sitiyuliani-arsitekturr.blogspot.co.id/2015/03/konservasi-arsitektur-pada-kawasan-dki.html\

https://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Jakarta_Kota

https://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_kereta_api

ISTANA NEGARA MALAYSIA

istana-raja-malaysia-2 (1)

Istana Negara adalah sebuah kompleks istana Malaysia yang terletak di Jalan Duta , Kuala Lumpur , Malaysia . Secara resmi, istana ini digunakan pada 15 November 2011 untuk menggantikan Istana Negara di Jalan Istana sebagai tempat bersemayam kediaman resmi Yang di-Pertuan Agong dan Raja Permaisuri Agong Malaysia . Istana ini telah diserahkan kepada administrasi Istana Negara pada 18 Oktober 2011 dan beroperasi penuh pada 11 November 2011

Istana Negara ini pada mulanya adalah kediaman seorang ahli dagang Cina, Chan Wing yang dibangun pada tahun 1928. Sewaktu penjajahan Jepang di Malaya pada 1942- 1945, Jepang mengambil alih kediaman ini dan menukarnya menjadi kediaman resmi Jepang dan pejabat serta pegawai-pegawai Jepang. Setelah berakhirnya perang dunia, kerajaan Negeri Selangor mengubah kediaman ini dan menjadikan tempat ini sebagai kediaman resmi Sultan Selangor. Setelah negara mencapai Kemerdekaan pada 1957, Kerajaan Persekutuan yang baru dibentuk ketika itu mengubah kediaman ini menjadi kediaman resmi bagi Yang Di-Pertuan Agong.

Istana Negara ini dikelilingi pagar tinggi, tapi anda masih bisa melihat kawasan istana dan taman yang menarik dan dijaga keindahannya.  Gaya arsitektur bangunan istana ini adalah Arsitektur Islam, Melayu. Istana Negara Jalan Duta ini dibangun mencakup tiga komponen utama yaitu Komponen Resmi, Komponen Royal dan Komponen Administrasi.Sebagai simbol kekuasaan, tentu saja yang namanya istana raja dibangun sebagus dan semegah mungkin. Demikian halnya dengan Istana Raja Malaysia di Kuala Lumpur yang berdiri gagah dengan kubah emasnya yang berkilauan di atas bukit. Kehadiran istana berkubah emas ini telah menggantikan istana lama yang berada di Jalan Istana. Demi alasan dan pertimbangan tertentu, pemerintah Malaysia memutuskan untuk memindahkan istana lama tersebut ke istana yang baru. Sementara istana lama dijadikan Museum Diraja.

Istana Negara ini memiliki 3 jalur masuk utama yakni Pintu Gerbang Masuk Utama yang menggunakan jalan masuk bertingkat dari Jalan Duta adalah untuk penggunaan Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong dan Seri Paduka Baginda Raja Permaisuri Agong, Duli-Duli Yang Maha Mulia Raja-Raja serta Duli-Duli Yang Maha Mulia Ratu-Ratu Baginda, Tuan Yang Terutama Presiden-Presiden Negeri, Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan. Pintu 2 yang terletak di Jalan Semantan-Dungun adalah pintu masuk bagi Tamu-Tamu Royal. Pintu 3 pula yang terletak di Jalan Seri Hartamas, Mont Kiara adalah untuk penggunaan Rakyat yang ingin berurusan dengan Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong dan Seri Paduka Baginda Raja Permaisuri Agong serta Administrasi Istana Negara.

Pemerintah Malaysia telah mengusulkan pembangunan Istana Negara yang baru yang terletak di Jalan Duta. Istana baru ini bertujuan untuk menggantikan Istana Negara yang lama yang telah digunakan sejak 1928. Ini adalah kali pertama pemerintah Malaysia membangun sendiri istana Yang di-Pertuan Agong mengingat istana yang terdahulu adalah dibeli dari seorang jutawan Cina.Pertuan Agong dan Seri Paduka Baginda Raja Permaisuri Agong serta Administrasi Istana Negara.

Kompleks Istana Negara Baru ini dikembangkan di atas lahan seluas 241.3 hektar yang dibagi menjadi empat sayap dan termasuk daerah menempatkan kendaraan. Ini mencakup konstruksi Gedung Utama Istana Negara serta bangunan-bangunan dan fasilitas pendukung lainnya dengan luas lantai kasar keseluruhan sebanyak 90,082 meter2. Turut dilaksanakan untuk melengkapi kebutuhan Kompleks ini adalah pembangunan jalan masuk bertingkat Jalan Duta ke Pintu 1 Istana Negara dan naiktaraf Jalan Changkat Semantan ke Pintu 2 Istana Negara yang dikelola oleh Cabang Jalan, Markas JKR. Proyek ini telah mulai dibangun pada akhir November 2007 dan siap sepenuhnya pada akhir September 2011. Kompleks ini juga mencakup bangunan istana, perumahan untuk pekerja istana, kantor polisi dan keamanan, kamp militer mini dan gerbang masuk dua tingkat dari Jalan Duta.

Dengan arsitektur yang melambangkan Islam dan Melayu, tatarias lampu, pemalapan dan pencahayaan luar dan dalam istana berbeda. Desain ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang khas di samping menghemat energi. Sistem ini akan dipusatkan dan dikawal oleh 10 tombol kontrol di lokasi yang berbeda.

5507031494_c559a61546Kuala_Lumpur_Malaysia-Istana_Negara-Jalan-Duta-01t9ablc4-palace-IstNegara-0351a720fb94b1249498a0f5cad1b1ef23a91c9-istananegaramalaysia

SUMBER :

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=ms&u=http://ms.wikipedia.org/wiki/Istana_Negara,_Jalan_Duta&prev=search

http://malaysia.panduanwisata.id/2009/08/10/istana-negara-kuala-lumpur/

GARDEN BY THE BAY

5000a3a128ba0d4aa200002d_gardens-by-the-bay-grant-associates_86418-19_gbtb_ga-1192mr-craig-sheppard-original-1339584693

Taman yang terletak di Pesisiran ini adalah sebuah taman yang mencakup 101 ha (1.010.000 m2) tanah reklamasi di pusat kota Singapura, berdekatan dengan Marina Reservoir. Taman ini terdiri dari tiga kebun tepi yaitu, Bay South Garden, Bay East Garden dan Bay Central Garden, dan yang terbesar dari tiga kebun tersebut  adalah Bay South Garden, berdiri di diatas lahan seluas 54 hektar. Di tempat ini terdapat lebih dari 250.000 tanaman langka di dalam konservatorium berbentuk kubah besar.

Pertama kali diumumkan kepada publik oleh Perdana Menteri Lee Hsien Loong pada Hari Nasional Rally di bulan Agustus 2005, Gardens by the Bay ini dimaksudkan untuk menjadi ikon nasional dan tujuan rekreasi para turis. Kompetisi internasional untuk desain rencana induk, yang diselenggarakan pada Januari 2006, menarik lebih dari 70 entri yang disampaikan oleh 170 perusahaan dari 24 negara. Dua perusahaan yaitu Hibah Associates dan Gustafson Porter akhirnya masing-masing dianugerahi desain rencana induk untuk Bay South dan East Bay Gardens. Di samping desainer Hibah Associates, tim desain Inggris untuk Bay South termasuk Wilkinson Eyre Architects (arsitek), Atelier Ten (konsultan desain lingkungan), dan Atelier One (insinyur struktur). Tim ini juga didukung oleh sejumlah Konsultan Singapura termasuk CPG Consultants (arsitektur, sipil dan struktur, mekanikal dan elektrikal), Meinhardt Infrastruktur (sipil dan struktural), Langdon Seah (konsultan biaya) dan PMLink (manajemen proyek). 

1.     Bay Central Garden 

Bay Central Garden akan bertindak sebagai penghubung antara Bay South dan East Bay Gardens. Berdiri di tanah seluas 15 ha (37 ha) dengan 3km (1,9 mil) tepi balkon yang memungkinkan untuk jalan-jalan, dengan pemandangan indah yang membentang dari pusat kota ke timur Singapura.

2.    Bay East Garden

Bay East Garden adalah kombinasi unik paviliun-paviliun cantik, berdiri di lahan seluas 32 hektar (79 hektar) dalam ukuran dan memiliki 2km (1,2 mil) promenade depan yang menyulam Marina Reservoir. Sebuah taman sementara dikembangkan di Bay East Garden untuk  mendukung Olimpiade 2010. Tahap pertama dari taman dibuka untuk umum bulan Oktober 2011, yang memungkinkan akses alternatif ke Marina Barrage. Dirancang sebagai rangkaian kebun berbentuk daun tropis yang luas, dengan desain lansekap yang spesifik, karakter dan tema. Akan ada lima lubang air sejajar dengan arah angin yang berlaku, memaksimalkan dan memperluas garis pantai sementara memungkinkan angin dan air untuk menembus situs untuk membantu daerah dingin kegiatan di sekitar mereka. Bay East Garden akan menyediakan pengunjung dengan pandangan yang terhalang dari langit-langit kota. Perkembangan mendatang Bay East Garden akan didasarkan pada tema air.

3.  Bay South Garden

Bay South Garden dibuka untuk umum pada tanggal 29 Juni 2012. Ini adalah taman yang terbesar dari tiga kebun yang ada dan bertujuan untuk menampilkan yang terbaik dari koleksi hortikultura tropis dan taman kesenian. Konsep keseluruhan rencana induk yang menarik inspirasi dari anggrek karena merupakan perwakilan dari daerah tropis dan Singapura, menjadi bunga nasional negara itu, Vanda ‘Miss Joaquim’. Bunga anggrek berakar di tepi (konservatori), sedangkan daun (bentang alam), tunas (jalan, jalan dan linkways) dan akar sekunder (air, energi dan komunikasi baris) kemudian membentuk jaringan terpadu dengan mekar (tema taman dan supertrees) di persimpangan utama.

Konservatori

Kompleks Konservatorium di Gardens by the Bay Singapura, terdiri dari dua macam konservatori, yaitu Bunga Dome dan Cloud Forest, terletak di sepanjang tepi Marina Reservoir. Konservatori, dirancang oleh Wilkinson Eyre Architects, dimaksudkan untuk menjadi showcase yang efisien energi teknologi bangunan yang berkelanjutan dan memberikan ruang edutainment segala cuaca dalam Gardens. Keduanya sangat besar (sekitar 1 hektar (2,5 hektar)) dan Bunga Dome adalah dunia columnless kaca terbesar. Pembangunan rumah kaca khusus dalam dua cara. Pertama-tama dengan mampu memiliki besar kaca-atap tersebut tanpa dukungan interior tambahan (seperti kolom). Kedua karena konstruksi bertujuan kuat untuk meminimalkan dampak lingkungan. Air hujan yang dikumpulkan dari permukaan dan beredar dalam sistem pendingin yang terhubung ke Supertrees. The Supertrees digunakan baik untuk melampiaskan udara panas dan dingin air beredar.

Anggaran

Biaya konstruksi final untuk proyek, tidak termasuk harga tanah tetapi termasuk jalan akses, karya drainase, dan perbaikan tanah, adalah dalam mengalokasikan anggaran $ 1035000000. Biaya operasional tahunan diharapkan menjadi sekitar $ 58.000.000, dimana $ 28.000.000 adalah untuk operasi bangunan Conservatory. Proyek ini menerima 1,7 juta pengunjung antara bulan Juni dan Oktober 2012, yang memiliki tiket masuk gratis untuk sebagian besar bagian dari taman tetapi diminta untuk membeli tiket untuk memasuki konservatori.

5000a3c428ba0d4aa2000032_gardens-by-the-bay-grant-associates_86413-supertree-5-ga-original-1339584051-333x5005000a37428ba0d4aa2000024_gardens-by-the-bay-grant-associates_86431-grant_associates_ggardens_by_the_bay_robert_such_2012_006-original-1339585793-528x351au apa nihcloud-forest-domedssdsmap-03122014

http://en.wikipedia.org/wiki/Gardens_by_the_Bay

MUSEUM HANOI

Architects          : gmp Architekten
Location           : Phạm Hùng street, Cầu giấy District, Hà Nội City, Vietnam
Design Team    : Meinhard von Gerkan, Nikolaus Goetze, Klaus Lenz 
Project Year      : 2010
Project Area      : 30,000 sqm
Photographs     : Marcus Bredt

Museum Hanoi menjadi satu kesatuan dalam taman dengan berbagai jenis taman air, dimana pada saat pengunjung masuk dibagain landscape dipertemukan dengan berbagai macam jenis pameran yang berhubungan dengan nilai histioris dari Hanoi dan berbagai macam kebudayaan tradisional Vietnam.

Didalam bangunan persegi, didalamnya terdapat sirkulasi sentral yang memutar dan berhubungan dengan 3 level layout pameran. Menyungsung konsep efisien energy, dengan ini ruang pameran didalamnya terlindungi dari cahaya matahari langsung, sehingga objek-objek pameran juga tidak rusak terkena sinar matahari.

Jika dilihat oleh pengunjung dari luar bangunan, Museum ini terlihat mengambang dari lansekap. Untuk mencapai lantai teratas, pengunjung menggunakan ramp memutar. Sebagai fitur yang dominan, ramp memberikan pandangan perspektif

ke dalam entrance hall dan exhibition area. Dimana lantai utaman sampai ke tiga digunakan untuk area pameran, lantai 4 dan 5 digunakan sebagai area konferensi, penelitian, kantor, dan perpustakaan.

4ff5192628ba0d034e000002_hanoi-museum-gmp-architekten_image0014ff5193628ba0d034e000006_hanoi-museum-gmp-architekten_image005

4ff51a5128ba0d034e00000a_hanoi-museum-gmp-architekten_1851_schnitt_1-1 4ff51a5228ba0d034e00000b_hanoi-museum-gmp-architekten_1851_schnitt_2-2
4ff51a4d28ba0d034e000008_hanoi-museum-gmp-architekten_1851_level_01 4ff51a4f28ba0d034e000009_hanoi-museum-gmp-architekten_1851_masterplan

Sumber :

http://www.archdaily.com/251694/hanoi-museum-gmp-architekten/(2015)

KLA

ISTANA NEGARA KUALA LUMPUR

Istana Negara adalah sebuah kompleks istana Malaysia yang terletak di Jalan Duta , Kuala Lumpur , Malaysia . Secara resmi, istana ini digunakan pada 15 November 2011 untuk menggantikan Istana Negara di Jalan Istana sebagai tempat bersemayam kediaman resmi Yang di-Pertuan Agong dan Raja Permaisuri Agong Malaysia . Istana ini telah diserahkan kepada administrasi Istana Negara pada 18 Oktober 2011 dan beroperasi penuh pada 11 November 2011

Istana Negara ini pada mulanya adalah kediaman seorang ahli dagang Cina, Chan Wing yang dibangun pada tahun 1928. Sewaktu penjajahan Jepang di Malaya pada 1942- 1945, Jepang mengambil alih kediaman ini dan menukarnya menjadi kediaman resmi Jepang dan pejabat serta pegawai-pegawai Jepang. Setelah berakhirnya perang dunia, kerajaan Negeri Selangor mengubah kediaman ini dan menjadikan tempat ini sebagai kediaman resmi Sultan Selangor. Setelah negara mencapai Kemerdekaan pada 1957, Kerajaan Persekutuan yang baru dibentuk ketika itu mengubah kediaman ini menjadi kediaman resmi bagi Yang Di-Pertuan Agong.

Istana Negara ini dikelilingi pagar tinggi, tapi anda masih bisa melihat kawasan istana dan taman yang menarik dan dijaga keindahannya.  Gaya arsitektur bangunan istana ini adalah Arsitektur Islam, Melayu. Istana Negara Jalan Duta ini dibangun mencakup tiga komponen utama yaitu Komponen Resmi, Komponen Royal dan Komponen Administrasi.Sebagai simbol kekuasaan, tentu saja yang namanya istana raja dibangun sebagus dan semegah mungkin. Demikian halnya dengan Istana Raja Malaysia di Kuala Lumpur yang berdiri gagah dengan kubah emasnya yang berkilauan di atas bukit. Kehadiran istana berkubah emas ini telah menggantikan istana lama yang berada di Jalan Istana. Demi alasan dan pertimbangan tertentu, pemerintah Malaysia memutuskan untuk memindahkan istana lama tersebut ke istana yang baru. Sementara istana lama dijadikan Museum Diraja.

Istana Negara ini memiliki 3 jalur masuk utama yakni Pintu Gerbang Masuk Utama yang menggunakan jalan masuk bertingkat dari Jalan Duta adalah untuk penggunaan Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong dan Seri Paduka Baginda Raja Permaisuri Agong, Duli-Duli Yang Maha Mulia Raja-Raja serta Duli-Duli Yang Maha Mulia Ratu-Ratu Baginda, Tuan Yang Terutama Presiden-Presiden Negeri, Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan. Pintu 2 yang terletak di Jalan Semantan-Dungun adalah pintu masuk bagi Tamu-Tamu Royal. Pintu 3 pula yang terletak di Jalan Seri Hartamas, Mont Kiara adalah untuk penggunaan Rakyat yang ingin berurusan dengan Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong dan Seri Paduka Baginda Raja Permaisuri Agong serta Administrasi Istana Negara.

Pemerintah Malaysia telah mengusulkan pembangunan Istana Negara yang baru yang terletak di Jalan Duta. Istana baru ini bertujuan untuk menggantikan Istana Negara yang lama yang telah digunakan sejak 1928. Ini adalah kali pertama pemerintah Malaysia membangun sendiri istana Yang di-Pertuan Agong mengingat istana yang terdahulu adalah dibeli dari seorang jutawan Cina.Pertuan Agong dan Seri Paduka Baginda Raja Permaisuri Agong serta Administrasi Istana Negara.

Kompleks Istana Negara Baru ini dikembangkan di atas lahan seluas 241.3 hektar yang dibagi menjadi empat sayap dan termasuk daerah menempatkan kendaraan. Ini mencakup konstruksi Gedung Utama Istana Negara serta bangunan-bangunan dan fasilitas pendukung lainnya dengan luas lantai kasar keseluruhan sebanyak 90,082 meter2. Turut dilaksanakan untuk melengkapi kebutuhan Kompleks ini adalah pembangunan jalan masuk bertingkat Jalan Duta ke Pintu 1 Istana Negara dan naiktaraf Jalan Changkat Semantan ke Pintu 2 Istana Negara yang dikelola oleh Cabang Jalan, Markas JKR. Proyek ini telah mulai dibangun pada akhir November 2007 dan siap sepenuhnya pada akhir September 2011. Kompleks ini juga mencakup bangunan istana, perumahan untuk pekerja istana, kantor polisi dan keamanan, kamp militer mini dan gerbang masuk dua tingkat dari Jalan Duta.

Dengan arsitektur yang melambangkan Islam dan Melayu, tatarias lampu, pemalapan dan pencahayaan luar dan dalam istana berbeda. Desain ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang khas di samping menghemat energi. Sistem ini akan dipusatkan dan dikawal oleh 10 tombol kontrol di lokasi yang berbeda.

SUMBER :

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=ms&u=http://ms.wikipedia.org/wiki/Istana_Negara,_Jalan_Duta&prev=search

http://malaysia.panduanwisata.id/2009/08/10/istana-negara-kuala-lumpur/

Museum di Hanoi, Vietnam

Vietnam Museum of Ethnology (Vietnam: Bao Tang Dan Toc hoc Việt Nam) adalah sebuah museum di Hanoi, Vietnam, yang berfokus pada 54 kelompok etnis yang diakui secara resmi di Vietnam. Bangunan ini terletak di 3.27 hektar (13.200 m2) properti di Cau Giay District, sekitar 8 km dari pusat kota. Hal ini secara luas dianggap sebagai yang terbaik dari museum modern di Vietnam dan daya tarik wisata di Hanoi. Usulan untuk museum secara resmi disetujui pada tanggal 14 Desember 1987. Konstruksi berlangsung 1987-1995, dan dibuka untuk umum pada 12 November 1997.

Bangunan Pameran ini dirancang oleh arsitek Ha Duc Linh, anggota dari kelompok etnis Tay, dalam bentuk drum Dong Son, dan arsitektur interior dirancang oleh arsitek Perancis Véronique Dollfus. Jam buka adalah 8:30-17:30 Selasa sampai Minggu.
http://en.wikipedia.org/wiki/Vietnam_Museum_of_Ethnology

Museum Sejarah Militer Vietnam, dibentuk pada 17 Juli 1956, adalah salah satu dari tujuh museum nasional di Vietnam. Luas bangunan ini mencakup 12.800 m2, terletak di pusat kota Hanoi, sebaliknya Lenin Park dan dekat Mausoleum Ho Chi Minh.

http://en.wikipedia.org/wiki/Vietnam_Military_History_Museum

Vietnam National Museum of Fine Arts terletak di Hanoi, Vietnam. Ini adalah museum yang menampilkan seni rupa Vietnam dari berbagai periode sejarah.  Museum ini adalah museum seni utama di negara Vietnam. Sebagian koleksi mengacu pada tema kemartiran, patriotisme, strategi militer dan mengatasi musuh serangan.

Museum ini menyajikan koleksi akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21. Salah satunya adalah lukisan, termasuk karya-karya seniman yang menjelajahi abstraksi dan impresionisme abstrak. Bangunan ini, dibangun pada tahun 1937, awalnya adalah rumah kos seorang gadis Katolik yang ditinggalkan.

http://en.wikipedia.org/wiki/Vietnam_National_Museum_of_Fine_Arts

Museum Ho Chi Minh terletak di Hanoi, Vietnam, adalah museum yang didedikasikan untuk mendiang pemimpin Vietnam Ho Chi Minh dan perjuangan revolusioner Vietnam melawan kekuatan asing. Museum ini  dibangun pada tahun 1990-an.

http://en.wikipedia.org/wiki/Ho_Chi_Minh_Museum

Bangunan yang digunakan sebagai museum dari Far East Research Institute di bawah kekuasaan kolonial Perancis (École française d’Extrême-Orient EFEO), adalah sebuah museum yang menampilkan sejarah Vietnam yang mencakup setiap periode. Bertempat di sebuah bangunan kolonial Prancis yang selesai pada tahun 1932. Bangunan, dirancang oleh arsitek Ernest Hébrard, dianggap sebagai perpaduan sukses kolonial Perancis dan arsitektur tradisional Vietnam, disebut arsitektur Indochina. Hebrard menciptakan dinding ganda dan balkon untuk sistem ventilasi alami dan perlindungan dari sinar matahari.

http://en.wikipedia.org/wiki/National_Museum_of_Vietnamese_History

Vietnam Museum of Revolution adalah sebuah museum di Hanoi, Vietnam. Terletak di daerah Tong Dan kota, didirikan pada Agustus 1959 di sebuah bangunan dua lantai, sebelumnya digunakan oleh Departemen Perdagangan Vietnam. Bangunan Ini didesain ulang menjadi 30 galeri dan pada 2008 berisi lebih dari 40.000 pameran sejarah.

http://en.wikipedia.org/wiki/Vietnam_Museum_of_Revolution

http://www.initempatwisata.com/wisata-dunia/vietnam/ini-tempat-wisata-di-vietnam-paling-terpopuler-part-1/1/

http://www.raptim-indonesia.co.id/2013/06/asiknya-jalan-jalan-di-vietnam/

Garden By The Bay

Taman yang terletak di Pesisiran ini adalah sebuah taman yang mencakup 101 ha (1.010.000 m2) tanah reklamasi di pusat kota Singapura, berdekatan dengan Marina Reservoir. Taman ini terdiri dari tiga kebun tepi yaitu, Bay South Garden, Bay East Garden dan Bay Central Garden, dan yang terbesar dari tiga kebun tersebut  adalah Bay South Garden, berdiri di diatas lahan seluas 54 hektar. Di tempat ini terdapat lebih dari 250.000 tanaman langka di dalam konservatorium berbentuk kubah besar.

Pertama kali diumumkan kepada publik oleh Perdana Menteri Lee Hsien Loong pada Hari Nasional Rally di bulan Agustus 2005, Gardens by the Bay ini dimaksudkan untuk menjadi ikon nasional dan tujuan rekreasi para turis. Kompetisi internasional untuk desain rencana induk, yang diselenggarakan pada Januari 2006, menarik lebih dari 70 entri yang disampaikan oleh 170 perusahaan dari 24 negara. Dua perusahaan yaitu Hibah Associates dan Gustafson Porter akhirnya masing-masing dianugerahi desain rencana induk untuk Bay South dan East Bay Gardens. Di samping desainer Hibah Associates, tim desain Inggris untuk Bay South termasuk Wilkinson Eyre Architects (arsitek), Atelier Ten (konsultan desain lingkungan), dan Atelier One (insinyur struktur). Tim ini juga didukung oleh sejumlah Konsultan Singapura termasuk CPG Consultants (arsitektur, sipil dan struktur, mekanikal dan elektrikal), Meinhardt Infrastruktur (sipil dan struktural), Langdon Seah (konsultan biaya) dan PMLink (manajemen proyek). 

1.     Bay Central Garden 

Bay Central Garden akan bertindak sebagai penghubung antara Bay South dan East Bay Gardens. Berdiri di tanah seluas 15 ha (37 ha) dengan 3km (1,9 mil) tepi balkon yang memungkinkan untuk jalan-jalan, dengan pemandangan indah yang membentang dari pusat kota ke timur Singapura.

2.    Bay East Garden

Bay East Garden adalah kombinasi unik paviliun-paviliun cantik, berdiri di lahan seluas 32 hektar (79 hektar) dalam ukuran dan memiliki 2km (1,2 mil) promenade depan yang menyulam Marina Reservoir. Sebuah taman sementara dikembangkan di Bay East Garden untuk  mendukung Olimpiade 2010. Tahap pertama dari taman dibuka untuk umum bulan Oktober 2011, yang memungkinkan akses alternatif ke Marina Barrage. Dirancang sebagai rangkaian kebun berbentuk daun tropis yang luas, dengan desain lansekap yang spesifik, karakter dan tema. Akan ada lima lubang air sejajar dengan arah angin yang berlaku, memaksimalkan dan memperluas garis pantai sementara memungkinkan angin dan air untuk menembus situs untuk membantu daerah dingin kegiatan di sekitar mereka. Bay East Garden akan menyediakan pengunjung dengan pandangan yang terhalang dari langit-langit kota. Perkembangan mendatang Bay East Garden akan didasarkan pada tema air.

3.  Bay South Garden

Bay South Garden dibuka untuk umum pada tanggal 29 Juni 2012. Ini adalah taman yang terbesar dari tiga kebun yang ada dan bertujuan untuk menampilkan yang terbaik dari koleksi hortikultura tropis dan taman kesenian. Konsep keseluruhan rencana induk yang menarik inspirasi dari anggrek karena merupakan perwakilan dari daerah tropis dan Singapura, menjadi bunga nasional negara itu, Vanda ‘Miss Joaquim’. Bunga anggrek berakar di tepi (konservatori), sedangkan daun (bentang alam), tunas (jalan, jalan dan linkways) dan akar sekunder (air, energi dan komunikasi baris) kemudian membentuk jaringan terpadu dengan mekar (tema taman dan supertrees) di persimpangan utama.

Konservatori

Kompleks Konservatorium di Gardens by the Bay Singapura, terdiri dari dua macam konservatori, yaitu Bunga Dome dan Cloud Forest, terletak di sepanjang tepi Marina Reservoir. Konservatori, dirancang oleh Wilkinson Eyre Architects, dimaksudkan untuk menjadi showcase yang efisien energi teknologi bangunan yang berkelanjutan dan memberikan ruang edutainment segala cuaca dalam Gardens. Keduanya sangat besar (sekitar 1 hektar (2,5 hektar)) dan Bunga Dome adalah dunia columnless kaca terbesar. Pembangunan rumah kaca khusus dalam dua cara. Pertama-tama dengan mampu memiliki besar kaca-atap tersebut tanpa dukungan interior tambahan (seperti kolom). Kedua karena konstruksi bertujuan kuat untuk meminimalkan dampak lingkungan. Air hujan yang dikumpulkan dari permukaan dan beredar dalam sistem pendingin yang terhubung ke Supertrees. The Supertrees digunakan baik untuk melampiaskan udara panas dan dingin air beredar.

Anggaran

Biaya konstruksi final untuk proyek, tidak termasuk harga tanah tetapi termasuk jalan akses, karya drainase, dan perbaikan tanah, adalah dalam mengalokasikan anggaran $ 1035000000. Biaya operasional tahunan diharapkan menjadi sekitar $ 58.000.000, dimana $ 28.000.000 adalah untuk operasi bangunan Conservatory. Proyek ini menerima 1,7 juta pengunjung antara bulan Juni dan Oktober 2012, yang memiliki tiket masuk gratis untuk sebagian besar bagian dari taman tetapi diminta untuk membeli tiket untuk memasuki konservatori.

http://en.wikipedia.org/wiki/Gardens_by_the_Bay